Selasa, 06 Juni 2017

Keempat



Malam Indah Denganmu
Butir-butir air itu jatuh ke tanah
Mengenai apa pun yang ada di bumi
Bunyinya mengalahkan suaramu
Sampai aku sulit mendengar katamu ketika makan malam itu
Dalam tenda di tepi jalan
Kisah kita dimulai sejak hujan dimalam minggu itu

Kau berteriak nyatakan cinta padaku
Aku terpaku
Tak ada lagi suara yang ku dengar selain suaramu
Hujan deras tadi membeku seketika
Waktu berhenti begitu saja
Aku terdiam
Mungkin pipiku sudah merah jambu
Beruntung malam itu redup jadi tak terlihat
Tapi kau pasti perhatikan pipiku
Aku malu sekali

Aku juga ingin berteriak sepertimu
Agar waktu berhenti lagi
Kau masih menatapku
Menanti jawaban
Aku tak mampu bersuara
Jawaban yang mudah tapi sulit diungkapkan

Ku isyaratkan dengan mengangguk saja
Setelah itu kau terus menggenggam tanganku
Ah aku tak akan kemana mana
Mari bermalam ditenda ini
Sebut saja tenda kita
Meski tenda ini milik pedagang itu

Kau mengantarku pulang
Aku bilang terima kasih
Tapi kau juga mengatakan padaku
"Terima kasih malam ini sungguh indah"


Sendiri Bersamamu
Mengapa sampai sekarang kita masih sendiri?
Aku baru tau kau pun begitu
Setelah denganmu aku enggan mengenal cinta

Jika perpisahan itu masih berbekas
Tapi ini tidak
Aku betah menyendiri denganmu
Kita adalah sepasang manusia yang suka sendiri
Kau bagai hening yang tercipta bagiku

Ketika sepi menghadang kau datang
Seperti tak ada hal lain di pikiranku
Selain dirimu yang dulu selalu ada dalam pikirku

Kita telah terpisah
Oleh waktu yang merindu
Aku dengar kau juga masih sendiri
Setelah denganku tak ada wanita lain
Jadi kita saling setia pada diri sendiri
Atau menjaga hati untuk satu sama lain?

Aku juga tak mengerti
Ini rahasia tuhan
Bicara bila kita berjodoh pun aku tak tau
Tapi jika benar
Sejauh apapun jarak
Dan selama apapun waktu berputar
Kita akan kembali
Merajut harap dengan sabar
Menuju pada sesuatu yang sejati untuk kita

Dalam setiap sujudku
Aku selalu berharap yang terbaik
Dan jika kau yang harus ku harapkan
Jangan lagi sampai terpisah
Karena setelah sendiri untuk waktu yang lama
Aku hanya dapat menanti kabar baik itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kesepuluh

Kehidupan Tentang napas yang berhembus Jantung yang berdetak Dan darah yang mengalir Selama kaki masih bisa melangkah Mulut m...