Alam dan Kamu
Aku benci desir angin yang memanggil namamu
Aku benci awan yang berwajahmu
Aku benci bulan dengan senyummu
Itulah kamu
Aku benci desir angin yang memanggil namamu
Aku benci awan yang berwajahmu
Aku benci bulan dengan senyummu
Itulah kamu
Lihat! Sekarang aku tak hanya membencimu
Bahkan aku benci diriku
Bukan, aku lebih benci kamu
Kamu telah mengubah yang indah jadi buruk di mataku
Aku rindu angin yang meniup rambutku
Hingga tanganmu mengelus mesra
Aku rindu berbaring denganmu
menghadap awan
Bercerita banyak tentang hidupmu pada hidupku
Aku rindu menatap langit malam bersamamu
Tentang bulan yang melengkung dan bintang yang aku rangkai
Aku jauh tertinggal darimu
Kamu berlalu cepat
Aku melambat oleh beban kenangan
Sekarang yang ada hanya aku dan lembaran puisi tentangmu
Bercerita banyak tentang hidupmu pada hidupku
Aku rindu menatap langit malam bersamamu
Tentang bulan yang melengkung dan bintang yang aku rangkai
Aku jauh tertinggal darimu
Kamu berlalu cepat
Aku melambat oleh beban kenangan
Sekarang yang ada hanya aku dan lembaran puisi tentangmu
Perkara Terumit
Benar
katamu
Aku sulit melupakan kita
Kamu bilang jangan lupakanmu
Sebab kamu akan kembali
Tapi kamu tak kunjung datang
Hingga aku lupa cara berjalan diatas kenangan
Aku sulit melupakan kita
Kamu bilang jangan lupakanmu
Sebab kamu akan kembali
Tapi kamu tak kunjung datang
Hingga aku lupa cara berjalan diatas kenangan
Kamu seperti bayangan
Mengikuti kemana pun aku jalan
Aku harap kamu lekas sadar
Kamu salah pergi dengan bilang jangan lupakanmu
Sebab kamu bohong kamu akan kembali
Habis setiap detik waktuku berharap tentang kamu
Aku
harap kamu kembali
Bilang saja selamat tinggal dan tak akan kembali
Maka aku akan tinggal disini
Tanpa berharap lagi kau akan kembali
Bilang saja selamat tinggal dan tak akan kembali
Maka aku akan tinggal disini
Tanpa berharap lagi kau akan kembali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar