Selasa, 06 Juni 2017

Kedua

Akhir
kau akan terbiasa tanpa aku
kelak itu pasti terjadi
ditengah kesunyian diri
gersang oleh rasa sepi
kau mungkin berpikir
kau lebih baik sendiri

sebab aku pun begitu
setiap hari dan hatiku diisi tentangmu
tapi yang aku rasa kosong
tidak ada kau disana

aku bukan yang selalu ada
jadi kau harus terbiasa
melalui tangis tanpa dekapanku
dan berbagi tawa tidak lagi denganmu

bukan bermaksud merusak rencanamu
tapi inilah aku
aku yang menyerah dan mengalah
oleh rintik hujan yang membawaku pada kesendirian
dan aku tidak lagi merindumu, sayang
maafkan aku

setelah jauh melangkah
menapaki tiap anak tangga bersama
membunuh waktu sampai ke puncak
kini aku harus memukulmu mundur

kau tidak boleh jatuh
jangan jatuh dua kali untuk aku
bukan cinta yang kejam
salahkan saja aku
aku mohon sekali lagi
maafkan aku



Tamat
Tak akan lagi ada kisah denganmu setelah ini
Segala rasa telah tersampaikan
Lelahku sudah berada pada puncaknya
Hingga kisah ini berakhir tragis

Ditengah keheningan malam
Tak ada lagi yang ku rasakan
Aku terdiam sejenak
Berpikir untuk waktu yang panjang

Kisah ini benar benar sudah selesai
Melewati rintihan jiwa yang melayang
Menghabiskan cinta yang kini hilang
Dan akhirnya aku harus pulang
Untuk kembali berjuang dalam hidupku

Kisah baru dengan orang baru
Akan segera dimulai
Aku tak mau kisah ini terulang
Kamu jangan datang lagi
Aku juga bukan lagi bagian dari kisahmu
Jangan ganggu aku
Pergi saja kemana pun kamu mau
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kesepuluh

Kehidupan Tentang napas yang berhembus Jantung yang berdetak Dan darah yang mengalir Selama kaki masih bisa melangkah Mulut m...